cigaretteSudah banyak yang bicara tentang rokok, yaitu bahaya yang mengintai bagi kesehatan kita. Bahkan dalam waktu dekat akan diberlakukan fatwa haram merokok. Kita tentu semua sadar akan konsekuensi pada saat men-candu-kan diri terhadap rokok. Saya jadi teringat ketika saya mendengarkan ceramah mengenai rokok. Sang pembicara ini malah mengatakan untungnya menjadi perokok. Pikir saya, apa untungnya? Lalu saya pun menyimak apa yang diutarakannya. Kurang lebih begini:

Yang pertama, seorang perokok tidak akan pernah mendapati rumahnya dibobol maling. Kok bisa, hubungannya apa? “Fakta”-nya begini, seorang pencuri akan berpikir beribu kali untuk membobol rumah perokok tersebut karena semalam suntuk yang punya rumah batuk-batuk tanpa henti. Sehingga pencuri pun mengurungkan niatnya alias gagal total.

Yang kedua, seorang perokok tidak akan pernah digigit anjing. Ini “fakta” apa lagi? Begini, saat seorang perokok bertemu dengan anjing yang galak dan anjing itu mengejarnya, maka yang terjadi adalah si anjing tidak tega untuk menggigitnya, karena baru beberapa belas meter berlari, seorang perokok itu sudah ngos-ngosan nafasnya dan menyerah untuk melanjutkan berlari. Si anjing malah menjadi iba, dan kembali ke kandangnya.

Yang terakhir, seorang perokok tidak akan cepat tua. Nah, ini idaman setiap orang didunia, bahwa menjadi tua adalah suatu hal yang sebisa mungkin “diulur-ulur” waktunya. Tetapi inilah “fakta”-nya, seorang perokok memang tidak akan cepat tua karena dia mati muda.

Wah, ada-ada saja ceritanya. Mungkin saking susahnya menasehati orang yang sudah kecanduan rokok. Saya pun sering mendapati dialog dalam adegan di film barat. Di sebuah scene dikisahkan seorang perokok dinasehati oleh rekannya bahwa merokok itu tidak baik bagi kesehatan yaitu dia akan kena serangan jantung, impotensi dan lain sebagainya. Namun kata perokok itu kepada temannya yang menasehatinya: “Lalu, apakah kamu akan hidup selamanya?”

Terkadang maksud baik kita memberikan nasehat yang baik untuk tidak merokok kepada teman, sahabat, atau keluarga yang merokok dianggap sebagai “angin lalu” saja.  Bahkan mereka seringkali merasa tidak akan bisa berhenti. Padahal banyak contohnya yang sudah sukses berhenti merokok. Yang penting adalah niat hati. Dengan melihat samping kiri dan kanan kita yang adalah orang tua, saudara, anak, istri, teman yang kita cintai yang ikut merasakan imbasnya asap rokok yang kita hisap dan keluarkan, pasti akan menggugah hati kita untuk memiliki niat hati berhenti merokok. Bersediakah kita demi mereka?


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?